Senin, 29 Maret 2021

Pembinaan dan Koordinasi Aktivis Pendidikan Al-Qur’an Tingkat Kabupaten Bogor




CIAMPEA, (Berita-Indonesia.net) - Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an yang disingkat dengan PAUDQU merupakan lembaga model baru dalam hal manajemen dan lembaga yang akan terdaftar disini adalah lembaga hasil migrasi dari TKQ (Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an) dan pengajuan baru non TKQ, khususnya lembaga yang berada dibawah pembinaan organisasi bernama IGTKA (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an) Kab. Bogor. 

PAUDQU merupakan besutan PD Pontren sebagai lembaga pendidikan formal yang berada dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam arti ketentuan pendaftaran izin operasional dan kurikulum beserta nomor statistik. Pendidikan Anak Usia Dini Al Qur’an merupakan lembaga pendidikan baru dibawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia bertujuan membentuk generasi muda Qur’ani sejak usia dini. Hal ini seperti diungkapkan oleh Ustadz Maman, S.Ag, M.Pd.I (Ketua IGTKA Kab. Bogor/Ketua I FKPQ Kab. Bogor) dalam acara pembinaan serta koordinasi aktivis pendidikan Al-Qur’an tingkat Kab. Bogor sekaligus sosialisasi PAUDQU di Majlis An-Najah Ciampea, 29 Maret 2021


Pada kesempatan ini beliau mengajak kepada para aktivis pendidikan Al-Qur’an di Kab. Bogor yang belum memiliki yayasan sendiri untuk bergabung sekaligus dapat memanfaatkan legalitas serta rekomendasi organisasi yang digawanginya, tentunya sesuai dengan AD/ART yang telah ditetapkan dan saat ini telah memasuki tahap finalisasi izin operasional sebanyak 257 Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an yang tersebar di 40 Kecamatan, pungkasnya.


Sementara Ustadz Sofyan, seorang aktivis dari Yayasan Pesantren Desa Qur’an (PEDES QU) mengatakan bahwa perihal pengajaran Al-Qur’an jangan hanya sebatas menggugurkan kewajiban dan memberantas buta huruf Al-Qur’an, tetapi harus memperhatikan pula metode pengajaran yang digunakan sehingga pemahaman dan pengamalan kandungan Al-Qur’an melalui pembiasaan perilaku sehari-hari bisa terwujud

Masih menurutnya pembenahan manajemen tenaga pendidik juga harus dilakukan, karena tidak cukup dengan berlatar pendidikan strata satu maupun kepesantrenan saja, tetapi pemahaman Al-Qur'an bagi pendidik itu yang utama

Di tempat yang sama, Drs. H. Saefuddin Zuhri, MA (Ketua DPP FKPQ Nasional) menyambut baik dan mengapresiasi antusiasme para aktivis pendidikan Al-Qur’an di Kab. Bogor yang telah berpartisipasi dan mendukung lahirnya PAUDQU yang berada dibawah naungan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sebagai pendidikan formal sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI No. 91 Tahun 2020.

Beliau mengharapkan kepada para aktivis pendidikan Al-Qur’an yang hadir untuk konsisten dalam penyelenggaraan PAUDQU ini dengan memperhatikan alur informasi yang berkembang secara dinamis serta ketentuan yang berlaku.

Melalui line telepon, Ustadz Mahfud Syarif S.Pd.TK (Bagian Kurikulum IGTKA Kab. Bogor) menyampaikan dan sangat menganjurkan adanya penyesuaian latar belakang ijazah pendidikan para ustadznya agar linier sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat 1, hal ini agar keberadaan PAUDQU semakin diperhitungkan dan memiliki daya saing yang bagus secara kualitas maupun kuantitas, bukan sekedar ganti nama




Reporter: (Ari)


Editor: Asim

Tags :

bm
Admin By: Berita Indonesia

Layanan Berita Indonesia, Transparan, Akurat, Cepat,.

Posting Komentar

Connect