Kamis, 25 Maret 2021

Pengurus DMI Kabupaten Bogor Bersinergi dengan Pemda Kab.Bogor, Kankemenag, Baznas dan BSI Guna Mendukung Program Bogor Cerdas & Bogor Berkeadaban




BOGOR,(Berita-Indonesia.net) - Pengurus DMI Kabupaten Bogor melaksanakan pelantikan PD DMI Kabupaten Bogor masa Khidmat 2020-2025 & Rapat kerja 2021 Bertemakan "Spirit Memakmurkan Masjid untuk Membangun Kabupaten Bogor Berkeadaban" Kamis, 25/03/2021 di Gedung Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor.

Dalam sambutannya Ade Yasin selaku Bupati Bogor mengatakan, orang-orang di dunia usaha dan pebisnis dll mengalami penurunan dan jumlah kemiskinan bertambah, di awal tahun 2020 kabupaten Bogor mengalami banyak cobaan Inya Allah kita bisa mengatasi bersama, ada juga program-progam yang harus dipangkas/dipotong untuk pemulihan ekonomi dan terutama untuk bidang kesehatan termasuk untuk peralatan di rumah sakit maupun di tempat isolasi, inilah kita perlu bahu-membahu untuk mengatasi berbagai tantangan dan permasalaan dimasyarakat, ujarnya.

Ket.foto Kepala KanKemenag Kabupaten Bogor ; H.Abas Resmana.

Ade Yasin menyatakan, untuk Pemkab Bogor ditahun 2021 telah Hibah sarana dan prasarana untuk Masjid, madrasah dan pesantren ditahun ini kita telah mengalokasikan sebesar Rp.15.000.000.000,. Di kecamatan juga ada program mencetak 1000 Hafidz Qur'an selain itu kami juga ada beasiswa Pancakarsa untuk Hafidz Qur'an, jadi 1200 beasiswa tahun ini di pergunakan para pemuda-pemudi baik yang baru lulus maupun yang sudah kuliah dengan prestasi akademik, dengan kategori usia dari yang baru lulus sekolah sampai usia 30.tahun salah satunya untuk penghafal Al-Qur'an karena kami yakin orang yang mampu menghafal Al-Qur'an pasti cerdas, karena merekalah tulang punggung kita dimasa depan merekalah aset kita yang terbaik untuk dalam membangun Kabupaten Bogor, pungkasnya.

Ketua Basnaz ; KH. Lesmana.

Dijumpai setelah pelantikan PD DMI kabupaten Bogor, Kepala KanKemenag Kabupaten Bogor H.Abas Resmana menerangkan, posisi DMI itu sangat strategis terutama dalam rangka mengaplikasikan Pancakarsa Bogor sekurang-kurangnya dalam dua hal yang pertama Bogor Cerdas dan Bogor Berkeadaban, di dua posisi ini lah posisi DMI memiliki peran penting karena mereka garda terdepan dalam rangka mengelola, mengawal moral warga Bogornya seperti itu untuk mengaplikasikan potensi ini perlu dibangun sinergitas dari beberapa elemen terutama tentu bersinergi kabupaten daerah dan bergandengan dengan kementerian Agama karena kontek keagamaan dan kontek kenegaraan hadirnya kementerian Agama, untuk itu kami atas dasar kementrian Agama menyambut baik mengucapkan selamat mari bekerja bersama menuju Bogor yang cerdas dan Bogor keberadaan, ujar Kepala KanKemenag Kabupaten Bogor.

Firman Jatmika selaku RCO Region VI Jakarta 3, Bank Syariah Indonesia

H.Abas Resmana melanjutkan, Harapannya yang pasti kawan-kawan media tolong hal-hal yang baik itu adalah bagian dari dakwah kita, jangan kita terlalu sibuk dengan hal-hal yang negatif mari kita menuju hal-hal yang baik, pastinya jadilah DMI yang baik hati, DMI yang santun jadilah DMI yang berkarakter sehingga pada gilirannya DMI akan menjadi bagian dari kemaslahatan umat, pungkas Kepala KanKemenag Kabupaten Bogor H.Abas Resmana.

Ditempat yang sama ketika ditemui awak media KH Lesmana selaku Ketua Baznas Kabupaten Bogor mengatakan, Pertama secara pribadi dan secara jabatan saya di DMI ketua pakar artinya semua program itu harus dibimbing, diarahkan dan ini paradigma baru yang di pimpin oleh Haji Irwan ini jadi mudah-mudahan dengan adanya pelantikan DMI Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan dan masjid ini mudah-mudahan ada paradigma baru baik secara program, secara penyuluhan ke masyarakat, para DKM yang ada di kabupaten Bogor, yang kedua secara jabatan sebagai ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Bogor Program ini wajib kita bantu karena didalamnya ada para kyai, kita bantu semua yang membutuhkan program-program yang ada di Pemda kabupaten Bogor kita bantu berdasarkan proposal artinya tukar, dia mengajukan proposal kita mengeluarkan dana(uang) memang itu kewajiban kami sebagai ketua Baznas, imbuhnya

KH Lesmana menjelaskan, Disamping itu Baznas di Kabupaten Bogor ini memang sangat perhatian baik ditingkat Jawa Barat, bahwa target kita tahun ini Rp.10.000.000.000,. Alhamdulillah telah tercapai jadi kita tidak ada beban walaupun covid-19, hanya program Baznas kali ini kita kewalahan menghadapi musibah banjir aja, tahun kemarin kita menyantuni 35.000.paket dan Untuk tahun ini program Baznas dibulan Romadhon 1000 marbot yang nanti pelaksanaan dalam rangka Nujulul Qur'an karena marbot-marbot di kampung tidak digaji sementara Masjid harus bersih, harus nyaman dan Masjid harus indah, mudah-mudahan program 1000 marbot akan berhasil dan terlaksana jadi semua program ini yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor, pungkas KH Lesmana(Ketua Baznas Kabupaten Bogor).

Dilokasi yang sama, Firman Jatmika selaku RCO Region VI Jakarta 3 menyampaikan kepada awak media, Kita melihat bahwa Masjid ini bisa menjadi salah satu tatalisator dan inkubator bagi pengembangan ekonomi dari masyarakat disekitar masjid dan kita bisa ikut program-program pemberdayaan disekitar Masjid tentu saja bekerja sama dengan Masjid itu sendiri jadi kita melihat salah satu problem adalah bahwa manajemen keuangan di Masjid masih kurang bagus, maka Bank Syariah Indonesia(BSI) mencoba memfasilitasi agar mereka bisa mengelola keuangan Masjidnya menjadi lebih bagus, ujarnya.

Firman Jatmika menambahkan, Jangka panjangnya BSI sendiri melihat bahwa BSI bisa menjadi engine of groud dari pemberdayaan ekonomi umat jadi ada dalam suatu simple ekosistem"Ekonomi Syariah", jadi ada simple Masjidnya, ada simple UMKM, dll.
BSI berusaha akan menjadi penghubung diantara ekosistem itu, mudah-mudahan dalam jangka panjangnya kita bisa jadi fasilitator untuk umat. Kita melihat skin-skin yang sekarang itu masih sangat terbatas, kita ingin bisa bantu umat guna mengalokasikan sumberdayanya agar bisa lebih efisien dan bermanfaat kedepanya BSI ingin menjadi engine of groud bagi perkembangan ekonomi syariah, ungkapnya.

Masih menurut Firman Jatmika secara kongkritnya, sekarang jama'ah masih memberikan zakat infaq shodaqoh dengan manual lewat cara kencleng-kencleng, kedepannya kita akan memfasilitasi dengan menggunakan Kris jadi setiap Masjid kita berikan rekening sendiri jadi misalnya jema'ah ingin menyumbang, tinggal pake mobile Banking Syariahnya atau mobile Bank yang lainnya itu juga bisa transaksi, dan langsung masuk ke rekening pengurus Masjid itu sendiri sehingga Masjid mempunyai manajemen keuangan yang Realtime secara on-line, jelas Firman Jatmika selaku RCO Region VI Jakarta 3.




Reporter: (RL)


Editor: Asim

Tags :

bm
Admin By: Berita Indonesia

Layanan Berita Indonesia, Transparan, Akurat, Cepat,.

Posting Komentar

Connect