Jumat, 02 April 2021

Terorisme Bukan Jalan Kejihadan Melainkan Sebuah Kejahatan




JAKARTA,(Berita-Indonesia.net) - Di tengah bangsa Indonesia berjuang melawan Covid 19, kelompok teroris berulah kembali. Mereka melakukan peledakan di depan Gereja Katedral Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Hal demikian membuat kita sebagai umat beragama yang mengemban misi kesejukan dan kedamaian kecewa. Persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) dan persaudaraan sesama warga negara (ukhuwah wathaniyah) yang kita bangun bersama telah dikoyak oleh oknum yang merasa paling benar dalam menjalankan ajaran agama.

Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB) MUI Pusat bersama para
tokoh lintas agama selalu mengajak dan mendorong terciptanya kerukunan
antarumat beragama di Indonesia. Kami terus berupaya agar solidaritas sesama
umat manusia terjaga dan peradaban luhur yang diridhai Tuhan Yang Maha Kuasa
tercipta. Bagi kami, tindakan terorisme bukan hanya bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan melainkan juga bisa menghancurkan peradaban Indonesia dan peradaban dunia.

Setelah dicermati secara seksama, maka kami (para tokoh lintas agama)
mengecam keras tindakan terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.
Oleh sebab itu, kami menyatakan sikap Mengutuk dan mengecam keras peristiwa teror bom di Gereja Katedral Makassar.

Terorisme tak dapat dibenarkan sekalipun diacukan pada argumentasi teologis keagamaan. Terorisme bukan jalan ke-jihad-an melainkan sebuah kejahatan.

"Dengan ini, aparat keamanan atau para penegak hukum tak perlu ragu untuk menindak pelaku terorisme agar bisa menghimbau seluruh masyarakat Indonesia termasuk umat beragama untuk tenang, tidak panik, dan tidak takut agar Kuatkan semangat kerukunan, persaudaraan dan persatuan antar-umat beragama dengan tetap waspada pada upaya adu-domba yang mengarah kepada kebencian antar-umat beragama.

Selanjutnya bisa mendukung dan mendorong pemerintah dan aparat keamanan untuk segera
mengungkap pelaku teror dan melumpuhkan jaringan terorisme di Indonesia ,agar kejadian serupa tak terjadi di masa-masa yang akan datang.
Jakarta,(2/04/2021).

Inilah Para Tokoh Lintas Agama
1. KH. Dr. Yusnar Yusuf (Ketua MUI Pusat)
2.KH. Abdu Manan A. Ghani (Wasekjen MUI Pusat)
3. Pdt. Gomar Gultom, M.Th (Ketum PGI)
4.Pdt. Dr. Albertus Patty MA M.ST (Gereja Kristen Indonesia)
5.Romo Antonius Benny Susetyo (Rohaniawan Katolik)
6. Romo Agustinus Heri Wibowo (Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI)
7.KRHT P Astono Chandra Dana S.E., MM, MBA (Ketua Parisada Hindu
Dharma Indonesia (PHDI Pusat)
8. MPU. Suhadi Sendjaja (Ketua Umum Parisadha Budha Dharma Niciren
Syosyu Indonesia (NSI])
9. Ws. Liem Lilianny Lontoh, S.E., M.Ag. (Ketua Hubungan Antar Lembaga dan
Lintas Agama MATAKIN
10. Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, M.Ag (Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat
Beragama MUI Pusat)
11. Dr. H.M. Zainuddin Daulay, M.Hum (Sekretaris Komisi Kerukunan Antar Umat
Beragama MUI Pusat.




Reporter: ( Mila)


Editor: Asim

Tags :

bm
Admin By: Berita Indonesia

Layanan Berita Indonesia, Transparan, Akurat, Cepat,.

Posting Komentar

Connect