Rabu, 30 November 2022

Terlalu Lama Laporan Tindak Pidana Penyegelan SPBU Jamalia Pertanyakan Kepada Pihak Polres Raja Ampat



RAJA AMPAT, Berita-Indonesia.id - Melalui keterangan Jamalia Tafalas,SE, MM kepada media saat ditemui di Jalan Buncis Unit 2 Aimas Kabupaten Sorong Papua Barat bertempat di Warung Dua Putri. Hendak menanyakan status Penyegelan pembangunan SPBU di Kampung Kabare Waigeo Utara. Rabu (30/11/2022) WIT.

Kembali saya pertanyakan kepada pihak Polres Raja Ampat ada apa sampai terlalu lama laporan kami dan hingga sampai akhir tidak ada jawaban dari pihak Polres.

Direktur CV Putri Waima, Jamalia Tafalas hendak pertanyakan laporan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum yang nengaku tanah adat diatas tanah bersetifikat yang mengakibatkan proses pelayanan kepada masyarakat menjadi terhambat dan sampai sekarang belum terselesaikan oleh Polres Raja Ampat yang waktunya sudah kurang lebih delapan bulan. Untuk itu saya minta kepada Polres Kab. Raja Ampat untuk segera menyelesaikan proses tersebut sehingga kami pihak perusahaan dan masyarakat di wilayah tersebut tudak dirugikan.

Terkait melalui rekomendasi dengan nomor surat 1004 /PW/ XII / 2021 dan dilanjutkan dengan isi surat hasil rapat mediasi yang disepakati bersama oleh pihak-pihak terkait, yang dilaksanakan di Aula Wayag lingkungan kantor Bupati Pemda Kab. Raja Ampat pada tanggal 9 Desember 2021. Bersama- sama dengan Pemerintah Daerah yaitu Asisten 1 Pemerintahan, Kadis Perindag, dan ke-tiga Kepala Distrik.

Melalui rekomendasi tersebut disepakati dan menjamin membuka pemblokiran terhadap SPBU Kampung Kabare untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat di ke-tiga Distrik tersebut, yaitu : Waigeo Utara, Subnin dan Mawarboni.

Dirinya mengatakan,"mempelajari dan menulusuri sejauh mana perkembangan masalah tersebut, namun sampai sudah masuk Desember belum ada titik temu antara pihaknya yang klem dan mengakui dirinya sebagai pemilik Objek Tanah di Kampung Kabare." Tutur Jamalia.

Sehingga penyegelan status objek tanah tersebut sudah mengajukan dan buat laporan kepada pihak Polres Raja Ampat melalui Resrkim. Laporan tersebut sudah masuk pada bulan April 2022. Termasuk
alat bukti yaitu sertifikat dari pemilik objek tanah, dilengkapi dengan saksi yang bersangkutan yaitu kepala kampung Darumbab Dolvinus Aitem dan kami sudah hadirkan di polres Raja Ampat pada waktu itu.

Namun sampai saat ini belum ada informasi dari polres Raja Ampat, kelanjutan mengenai proses persoalan pemblokiran saya sendiri sudah menunggu sekian lama.

"Saya sendiri sudah beberapa kali ke kantor Polres Raja Ampat untuk kembali pertanyakan perkembangan laporan kami. Bahkan menemui Kapolres untuk menanyakan bagaimana kelamjutan nya SPBU di Kampung Kabare ." Ucapnya.

Pihaknya mengatakan, jawaban dari Kapolres sendiri yakni akan memanggil pihak Reskrim dalam rangka segera menindaklanjuti laporan tersebut. Namun sampai saat ini sudah masuk bulan November, tetapi belum ada jawaban. Saya sendiri tidak tahu sampai dimana laporan tersebut,

Sedangkan dari pihak Reskrim pada saat itu menyatakan bahwa, hanya bawahan dan siap melaksanakan perintah dan tugas dari pimpinan untuk melaksanakan, termasuk pihak Kanit mengatakan, menunggu perintah untuk laksanakan saja. Tetapi sampai saat ini laporan tersebut mentok artinya, berhenti tidak ada jawaban balik ke kami pihak perusahaan Putri Waima dari Pihak polres Raja Ampat.

Jamalia mengatakan, ada apa sampai tidak dilanjutkan sampai saat ini. Saya minta agar Kapolres dan jajaran yang memiliki tugas dan wewenang agar serius tangani dan lanjutkan dengan baik dan kalau memang bisa pihak-pihak yang klem tempat itu tersebut perlu di panggil sesuai hukum yang berlaku di NKRI. Dikatakan dengan segala investasi kami merasa dirugikan dan kami mohon bantuan kepada pihak berwajib agar hukum itu tetap ditegakkan.

Berharap kepada pihak Polres Raja Ampat bahwa segera menindak lanjuti laporan tersebut sebab Bahan Bakar Minyak ( BBM ) itu merupakan kebutuhan konsumen dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat pulau.

Saya siap bekerja sesuai Program Pemerintah Pusat yaitu BBM satu harga dan niat kami adalah untuk membantu dan mempermudah masyarakat pulau melalui jalur ini. Selain itu juga melalui informasi yang kami peroleh dari masyarakat di tiga distrik, mereka disana perlu tempat yang mudah terjangkau terkait BBM, Sementara ini BBM naik bagaimana dengan masyarakat kami disana.

Ditambahkan juga dengan Pihak BPH Migas juga sudah mempertanyakan bagaimana tindak lanjut dari pihak Polres Raja Ampat.

Reporter: (N U)

Editor: Red

Tags :

bm
Admin By: Berita Indonesia

Layanan Berita Indonesia, Transparan, Akurat, Cepat,.

Posting Komentar

Connect